Jumat, 28 November 2014

citra landsaat

Citra Landsat

Landsat adalah salah satu wahana penginderaan jauh yang  diluncurkan pertama kali pada tahun 1972 (Sutanto, 1994).
url
Satelit Landsat
  • Landsat 1 (mulanya dinamakan Earth Resources Technology Satellite 1) – diluncurkan 23 Juli 1972, operasi berakhir tahun 1978
  • Landsat 2 – diluncurkan 22 Januari 1975, berakhir 1981
  • Landsat 3 – diluncurkan 5 Maret 1978, berakhir 1983
  • Landsat 4 – diluncurkan 16 Juli 1982, berakhir 1993
  • Landsat 5 – diluncurkan 1 Maret 1984, masih berfungsi
  • Landsat 6 – diluncurkan 5 Oktober 1993, gagal mencapai orbit
  • Landsat 7 – diluncurkan 15 April 1999, masih berfungsi (sekarang sensor bermasalah (stripping))
  • Landsat 8 – 2013 ?? (indonesia siap gunakan (LAPAN))
Satelit landsat memiliki dua buah sensor yaitu Multi Spectral Scanner (MSS) dan Tematic Mapper (TM). Sensor TM mempunyai resolusi sampai 30 x 30 m, dan bekerja mengumpulkan data permukaan bumi dan luas sapuan 185 km x 185 km. sedangkan resolusi radiometriknya 8 bit, yang berarti setiap pixel mempunyai nilai jangkauan data dari 0-225. Sensor TM  merupakan system yang sangat kompleks yang memerlukan toleransi (kelonggaran) pembuatan yang sangat kecil, sehingga tidak memungkinkan dibuat penyempurnaan di masa mendatang untuk memperkecil resolusi spasial sampai dibawah 20 M (Butler, S.1988).
url
Citra Landsat (SLC-on (Scan Line Corrector-on))
Ketersediaan data citra satelit dalam bentuk berbeda telah menarik melimpahnya aplikasi untuk pemetaan penggunaan lahan dan penutup lahan medan. Keuntungan data satelit adalah dalam jumlah besar. Untuk tujuan pemetaan penggunaan lahan, liputan luas dan berulang di hasilkan oleh wahana satelit khususnya penting melihat biasa efektif pengumpulan dan kemudahan meng-update data penggunaan lahan.
alabaugh1
Citra Landsat (SLC-off (Scan Line Corrector-off))
Penggunaan citra Landsat untuk pemetaan penggunaan lahan khusunya telah populer di negara-negara berkembang untuk mempercepat perolehan data yang diperlukan atau untuk meng-update data lama. Biasanya, pendekatan multitingkat dipakai. Pendekatan ini berarti interkorelasi dari seluru data yang ada, data kebenaran lapangan, fotografi udara, dan data satelit. Citra landsat menggambarkan seluruh gambaran tentang daerah/negara yang membentuk basis untuk pengumpulan data lebih detail menggunakan kombinasi kerja lapangan dengan fotografi udara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar